Dimanakah engkau duhai kekasih?
Mencari & menjejak mimpi sesungguhnya amat menyeksakan.
Kemanakah engkau menghilang?
Sedangkan saat ini engkau mungkin tahu betapa aku amat merinduimu?
Mengapakah tiba2 menyepikan diri sekaligus melenyapkan aku dari kamar hidupmu?
Jelmalah walau hanya sekilas pandang,
Hadirlah meskipun hanya untuk sedetik waktu
Agar terlerai resah yang membelit rasaku.
Mengharap & menantikan sesuatu yang tidak pasti mungkin hanya akan menghancurkan hati sendiri,
Namun jika itu memberikan sekelumit harapan,
Apakah berdosa untuk aku terus melamakan penantiaan & memanjangkan waktu pencarian?
“……Engkau menyeksa hatiku…..
Aku menghelakan nafas panjang di hujung ungkapan yang ku baitkan bersendirian di lewat sepertiga malam..AaaHhhh…kenapa dengan aku ni?kenapa?kenapa?Ya Allah..aku seolah2 menolak takdirmu.Ya Allah..ampunkan aku.Berikan aku ketabahan hati dan ketenangan jiwa dalam menempuhi dugaan ini.Ya Allah peritnya ku rasa..deritanya makin merobek jantungku..Ya Allah.. Ya Robbi..Andainya perpisahan yang terjadi adalah suratan takdir,haruskah diri sengaja menghindarkan realiti? sedangkan yang pasti keterasingan memaksa kaki mencari hala sendiri.Segala yang menyakitkan rasa membuatkan dendam,Parah berdarah pada luka bagaikan tersimbah cuka,Haruskah aku berdiam diri kerna ingin menghormati pendiriaannya?
Kita tidak dapat membuat semua orang menyukai kita
Tapi..kita dapat membuat mereka tidak memiliki alasan untuk tidak menyukai kita.
Ingatlah bahawa setiap kali kita melakukan sesuatu melebihi tanggungjawab
Kita akan membuatkan seseorang berhutang kepada kita.
Dua hal yang tidak dapat dibeli dengan wang ialah kasih & persahabatan
Kedua2nya adalah kurnian Tuhan dengan tidak memiliki harga yang pasti.
17 Disember 2010;2.15 a.m







0 comments:
Catat Ulasan